Selfie Less, Sensation Maxx Beberapa bulan belakangan aku udah dapat udangan untuk menghadiri pernikahan sahabat baikku disini. Ke Tembilahan. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah ada memasukkan Tembilahan dalam daftar list tempat yang harus aku kunjungi, tapi karena ini untuk mendukung acara sang sahabat, makanya aku beranikan diri untuk datang kesana. Kamis, 22 September 2016 jam 06.00 pagi aku berangkat dari dormitory diantar Bang Toni menuju pelabuhan Tj.Uban. Suasana Lagoi dipagi hari dingin banget, ternyata kita bisa melihat kabut yang cantik kalo mau jalan disekitar Lagoi dipagi hari. Jam 07.00 nyampe Uban dan langsung berangkat ke Telaga Punggur di Batam. Gak makan waktu lama, nyampe Telaga Punggur sekitar pukul 07.15 WIB. Nah untuk menuju ke Tembilahan aku harus ke Pelabuhan Sekupang, posisi Sekupang itu berlawanan dengan Punggur. Ada dua alternatif,naik taksi atau ojek. Saran bang Toni sih cobain naik ojek online yang ada di Batam. Aku coba install dan order...
agusmanlubis.blogspot.com - Perkenalkan, nama bunga ini adalah Syzygium oleana" atau lebih akrabnya di panggil pucuk merah. Pasti kalian pernah melihatnya deh, karena tanaman ini pernah booming pada masanya dan tersebar hampir diseluruh penjuru taman dan jalan di Indonesia. Syzygium oleana yang ditanam sebagai tanaman pengarah dok. penulis Morfologi Tanaman hias yang termasuk dalam famili Myrtaceae ini sangat fleksibel. Tanaman ini bisa dijadikan sebagai tanaman pagar, tanaman peneduh, poin of interest dalam taman, ataupun tanaman pengarah. Cukup lakukan pemangkasan rutin, dan bentuk sesuai keinginan anda. Jika tidak dipangkas rutin, pucuk merah dapat tumbuh hingga 6m dan lebar 2m dengan bentuk tajuk cenderung kolumnar. Bunga bewarna putih, tumbuh berkelompok pada ujung tangkai. Buah berukuran kecil bewarna ungu kehitaman (Lestari dan Kencana 2015) Pucuk merah ditanam bersama Palem sebagai tanaman pengarah' dok. penulis Daya tarik tanaman hias ini adalah warna daun...
25 26 27 28 MARET 2017 KAMPUNG ARAB AL-MUNAWIR #1 Baru saja kami tiba di dermaga AL-Munawir , hujan sudah kembali datang. Kali ini agak deras, jadi kami berlari menerobosnya. Tujuan utama kami kemari adalah untuk makan siang nasi kebuli yang baru saja buka. Kami tidak tahu lokasi persisnya jadi kami masuk aja kampung arab ini. Kiri-kanan rumah di kampung arab ini telah di cat ulang oleh pemerintah jadi lebih menarik dan instagramable deh. Sayang hujan kembali turun dengan derasnya, terpaksa kami bertemu di teras salah satu rumah. foto di samping musholla Hujan semakin deras dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Aku sudah lapar, jadi ya kami mampir deh ke warung yang ada didekat kami, sambil mencari informasi dimana sih nasi kebuli itu. Ternyata warung yang kami singgahi itu bukan hanya menjual jajanan anak-anak saja, tapi menjual empek2x, model dan tekwan juga. Yasudah aku pesan empek2x yang dihidang satu piring, Abdus pesan model. Di warung ini jugalah...
Comments
Post a Comment