Turnera ulmifolia sumber : dok.penulis Morfologi Perkenalkan, nama tanaman hias ini adalah Turnera ulmifolia atau lebih dikenal dengan nama bunga pukul 8. Disebut begitu karena bunga ini selalu mekar pada pukul 8 pagi sampai siang. Kebiasaannya ini menjadi atraksi yang unik dan menarik bila ditanam secara massal dengan komposisi bunga yang lain. Tanaman yang termasuk dalam famili Turneraceae ini cocok untuk dijadikan pilihan sebagai tanaman pembatas dan penyemarak taman. Bunganya bewarna kuning, berbeda dengan Turnera subulata yang bewarna putih kekuningan. Bunga muncul diantara hijaunya daun, mendekati puncak tanaman. Termasuk semak sedang dengan tinggi antara 30cm-1m. Daun bewarna hijau dan berbentuk bulat lonjong dengan gerigi ditepinya. Turnera subulata sumber : dok.penulis Cara perbanyakan dan perawatan Turnera ulmifolia termasuk mudah untuk dikembangbiakkan. Perbanyakannya bisa melalui biji dan juga stek batang. Untuk stek batang, caranya seperti berikut : 1. Po...
agusmanlubis.blogspot.com - Perkenalkan, nama bunga ini adalah Syzygium oleana" atau lebih akrabnya di panggil pucuk merah. Pasti kalian pernah melihatnya deh, karena tanaman ini pernah booming pada masanya dan tersebar hampir diseluruh penjuru taman dan jalan di Indonesia. Syzygium oleana yang ditanam sebagai tanaman pengarah dok. penulis Morfologi Tanaman hias yang termasuk dalam famili Myrtaceae ini sangat fleksibel. Tanaman ini bisa dijadikan sebagai tanaman pagar, tanaman peneduh, poin of interest dalam taman, ataupun tanaman pengarah. Cukup lakukan pemangkasan rutin, dan bentuk sesuai keinginan anda. Jika tidak dipangkas rutin, pucuk merah dapat tumbuh hingga 6m dan lebar 2m dengan bentuk tajuk cenderung kolumnar. Bunga bewarna putih, tumbuh berkelompok pada ujung tangkai. Buah berukuran kecil bewarna ungu kehitaman (Lestari dan Kencana 2015) Pucuk merah ditanam bersama Palem sebagai tanaman pengarah' dok. penulis Daya tarik tanaman hias ini adalah warna daun...
Cerita sebelumya mengenai pengalamanku selama dipesawat bisa anda baca di " Road to Madinah ". Pelataran Mesjid Nabawi Tarik nafas, buang nafas, tarik nafas, buang nafas. Puji syukur aku panjatkan ke Allah SWT atas nikmatnya aku bisa menghirup udara Madinah. Madinah dingiiiin. Usai menginjakkan kaki di tanah Madinah untuk pertama kalinya, kami melangkah masuk ke bandara, langsung ngantri di bagian Imigrasi. Antriannya panjanng. Ternyata ada beberapa jemaah dari daerah lain di Indonesia juga yang baru tiba. Sekali lagi, karena kami ini adalah rombongan kecil ya kami menunggu saja sampai antrian terakhr. Toh tidak ada yang dikejar juga. Lagi nunggu antrian di Bandara Madinah Sembari nunggu, aku sedikit norak ya liat-liat ke atas, kiri, kanan, memperhatikan segala detail bentuk bangunan bandara ini. Merekam dengan jelas di memori dan hpku. Untuk perjalanan kali ini, aku memang tidak bawa kamera, aku percaya, kemampuan kamera hp...
Comments
Post a Comment